Sistem Informasi Terintegrasi Adalah Jawabannya

“Jawabannya adalah Sistem Informasi Perpustakaan Terintegrasi.” Kepala Bidang Database dan Jaringan, Arif Surachman, M. B. A menegaskan pada rombongan Sekretaris dan Staf Perpustakaan Universitas Airlangga dalam studi banding tentang Sistem Informasi terintegrasi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, 20 Desember 2017 lalu. Lebih lanjut, Bapak Arif menyatakan bahwa Sistem Informasi yang terintegrasi ini tidak hanya terbatas katalog, namun juga transaksi secara real time di seluruh perpustakaan pusat/fakultas/sekolah sehingga transparansi dan akuntabilitas pelayanan dapat ditingkatkan. Sistem ini juga memberikan keluasan kepada pemustaka untuk secara mandiri melayani perpanjangan masa pinjam dan melakukan pemesanan koleksi secara daring.

Menurut penuturan Ibu Suhernik, S. Sos., M. Si, Sekretaris Perpustakaan Unair, saat ini Sistem Informasi Perpustakaan baru dapat menyatukan katalog di Perpustakaan Kampus A, B, dan C, serta ruang baca fakultas di Lingkungan Universitas Airlangga. Pengelolaan transaksi peminjaman buku belum dilakukan secara terintegrasi, sehingga sirkulasi buku belum dapat dipantau secara real time. Untuk itulah, kunjungan kali ini terdiri atas pustakawan dan tim pengembangan teknologi informasi agar dapat menangkap spirit integrasi dan terinspirasi untuk menerapkannya di Universitas Airlangga.

“Pimpinan yang mendukung perpustakaan dan berorientasi pada teknologi informasi menjadi modal yang kuat untuk tercapainya integrasi,” kata Kepala Bidang Database dan Jaringan Perpustakaan UGM menambahkan. Itu yang terjadi di Perpustakaan UGM. Jika pimpinan di Universitas Airlangga sudah memberikan sinyal positif untuk peningkatan perpustakaan, ya ditangkap saja peluangnya. Koordinasi ke bawah, akan menjadi lebih mudah.

Komitmen pimpinan tersebut membuka peluang untuk menggerakkan kerja bersama lintas unit kerja seperti Perpustakaan UGM, Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi, dan Perpustakaan Fakultas/Sekolah. Sekaligus membuka peluang untuk peningkatan peran perpustakaan digital di lingkungan UGM. Selain perpustakaan pusat, Perpustakaan Kedokteran, Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Perpustakaan Fisipol telah mengembangkan perpustakaan digital untuk meningkatkan layanan pada jaman milenial ini.

Titik awal dari capaian-capaian pengembangan perpustakaan tersebut adalah satu, yaitu berpikir dan bekerja dalam kerangka integrasi dan sinergi.(Cahya)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.