Menciptakan perpustakaan masa depan, dari sekarang!
Diposkan: 26 March 2012, dikunjungi 1589 kali
Perpustakaan UGM mengatur langkah dalam penciptaan perpustakaan masa depan mulai dari hari ini, Kamis, 15 maret 2012, belajar dari masa lalu dan memprediksi masa depan. Gagasan ini tertuang dalam sebuah Seminar Nasional bertajuk “Libraries: Past, Present and Future” di University Club Universitas Gadjah Mada. Seminar menghadirkan Dady Rachmananta (Pustakawan Utama, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), Dato Raslin bin Abu Bakar (Kepala Perpustakaan Nasional Malaysia) dan Dr. Djoko Luknanto (Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada). Ketiganya memberikan presentasi di hadapan sekitar 250 pustakawan, mahasiswa, dan pemerhati perpustakaan dari penjuru tanah air.
Dady Rachmananta, dalam makalah “Perpustakaan Indonesia menjelajah perkembangan jaman ini, sangat optimis atas penciptaan perpustakaan Indonesia berbasis teknologi informasi, berwawasan kebangsaan dan relasi global. Kelahiran Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, memberi pijakan kuat perpustakaan menjalankan perannya dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bermula ide pembentukan pusat kebudayaan Indonesia oleh Presiden Soekarno di awal kemerdekaan Republik Indonesia.yaitu Istana Merdeka, Monumen Nasional, Museum Nasional, Galeri Nasional, dan Perpustakaan Nasional. Ini menunjukkan peran penting perpustakaan sebagai bagian dari pembentuk dan penjaga kebudayaan negara tercinta. Lulusan Master of Library Sciences ini mengatakan bahwa stigma negatif melekat pada perpustakaan dalam beberapa dekade sebagai tempat ‘buangan’, pimpinan non pustakawan, minimnya apresiasi bagi pekerjanya dan sumber daya manusia yang kurang mumpuni. Namun, seiring laju perkembangan teknologi informasi, perpustakaan menjadi pusat informasi bercitra positif dan dikelola profesional.
Hal serupa disampaikan oleh Dato Raslin bin Abu Bakar, Director General of National Library of Malaysia, dalam presentasi bertajuk “Libraries, Librarians, and Librarianship in Malaysia”. Pemetaan posisi perpustakaan dalam ranah Kerajaan Malaysia, menjadi pijakan bagi perpustakaan untuk menjalankan perannya bagi rakyat, yaitu membudayakan ilmu dan membudayakan membaca. Langkah selanjutnya adalah perencanaan strategis dalam sebuah visi dan misi, didukung penyediaan sumber daya manusia pustakawan dan staf perpustakaan berupa pendirian sekolah informasi dan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan bagi 12.358 perpustakaan di seluruh kerajaan. Penciptaan perpustakaan desa terkoneksi internet, pembangunan digital initiatives dan e-resources, serta monitoring jalannya perpustakaan dan kinerja pustakawan, menjadi fokus dari perpustakaan nasional tersebut untuk mencapai tujuan.
Dr. Djoko Luknanto sepakat bahwa perpustakaan dan pustakawan Indonesia untuk memanfaatkan secara progresif teknologi informasi dan komunikasi agar dapat Meraba Masa Depan Perpustakaan dan meraih kesetaraan kemajuan dengan negara lain. Beliau mengatakan, teknologi informasi dapat berkembang pesat karena orang yang mencoba mereka-reka masa depan dari saat ini. Teknologi seperti gadget, komputer, jejaring sosial, dan sebagainya merupakan hasil prediksi para ilmuwan sepuluh bahkan lima belas tahun lalu. Mulai dari diri sendiri, selanjutnya dibagi dengan orang lain... tapi harus hati-hati karena ada aturan yang membatasi terkait hak cipta, hak paten, Undang-Undang keterbukaan informasi dan sebagainya. Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan yang gemar menggunakan TIK untuk e-learning ini meyakinkan pustakawan untuk mencermati dan memanfaatkan kemudan TIK dalam menjalankan peran pustakawan penyedia dan pencari informasi. Kemitraan, partnership menjadi ciri dari perpustakaan masa kini dan masa depan, agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan pemustakanya. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi penghubung kemitraan global dan layak menjadi bagian kerja perpustakaan dan pustakawan. Penting untuk melakukan perubahan besar di perpustakaan secara bersama-sama, namun penting bagi pustakawan dan perpustakaan memulai dari hal-hal kecil sebagai wujud sumbangsih pada bangsa dan negara Indonesia.
Acara seminar ini diselipkan Deklarasi Kerjasama FKP2TN Indonesia dan PERPUN Malaysia oleh Dato Raslin bin Abu Bakar dan Koko Srimulyo (Ketua FKP2TN Indonesia). Penyerahan Penghargaan bagi Pustakawan/Staf Perpustakaan Berprestasi tahun 2012 Perpustakaan Universitas Gadjah Mada yang diumumkan oleh Ketua Tim Juri, Sri Rumani, S.H., SIP., M.Si. Peraih predikat Pustakawan Berprestasi Terbaik I - Rita Yulianti (Penanggung Jawab, Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UGM); Terbaik II – Y.Paidjo (Penanggung Jawab Layanan Unit 2, Perpustakaan UGM); dan Terbaik III – Dewi Widianingsih (Ketua Seksi Pengolahan Repositori, Perpustakaan UGM).
Pengirim: Cahya Daftar berita lain
|