UGM Bedah Buku The Dancing Leader
Diposkan: 22 February 2012, dikunjungi 1509 kali
Dinamika perubahan jaman yang berlangsung di seluruh belahan dunia yang ditandai
dengan era globalisasi telah merubah berbagai sendi-sendi kehidupan dan peradaban
umat manusia. Kompetisi, perebutan akses sumberdaya dan konflik saling mewarnai
keseharian kehidupan. Secara ideal mestinya kemajuan peradaban, ilmu
pengetahuan, teknologi dan etika serta moralitas dalam hubungan manusia mampu
menyatukan umat manusia untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan
bersama. Sayang, dalam praktek ternyata tidak mudah dan justru pola diversitas dan
konflik semakin menonjol.
Demikian yang mengemuka saat berlangsung Bedah Buku The Dancing Leader (TDL)
di Perpustakaan UGM Unit 3, Lt.3, Rabu (14/12). Acara bedah buku yang dibuka
Rektor, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D, ini guna merespon dinamika perubahan
dunia yang sangat cepat dalam segala bidang. Oleh karena itu diperlukan para
pemimpin yang visioner, pemimpin yang mampu membawa perubahan dunia pada
kebaikan dan kemaslahatan bersama.
Buku tebal yang diterbitkan Universitas Pancasila bersama Penerbit Kompas
merupakan himpunan tulisan 45 cendekiawan maupun beberapa ahli dar India dan
China untuk menyumbangkan gagasannya agar dunia mampu membangun peradaban
masa depan. Dengan berbagai keragaman keahlian para kontributor di bidang
kepemimpinan, filsafat, ekonomi, budaya, politik, energi, pertanian dan pangan,
kewirausahaan dan lain-lain diharapkan mampu menjadikan buku ini secara
komprehensif menginspirasi para pemimpin dan calon pemimpin membangun visi
menuju kebangkitan dan kejayaan umat manusia.
Dr. Singgih Hawibowo sebagai salah satu pembedah mengatakan buku himpunan 45
penulis sangat beraneka ragam, mulai dari pandangan hidup, budaya hingga berbagai
keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. "Buku ini merupakan tindak lanjut
dari buku Revitalisasi Pertanian. Meski terancam punah, buku ini berisi berbagai
ulasan mengenai keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia," katanya.
Singgih berharap dari berbagai tulisan yang ada dibuku ini diharapkan mampu
mmeperluas cakrawala pandang para calon pemimpin dan pemimpin saat ini. Dengan
budaya yang berbeda, mereka diharapkan melakukan "thinking of the boxs". "Yaitu
mencari alternatif penyelesaian, dari berbagai kearifan kuno berupa cerita-cerita
mereka bisa keluar dari kungkungan," ungkap Singgih.
Turut sumbang saran dalam bedah buku kali ini, Jusuf Sutanto selaku editor buku,
Prof. Komarudin Hidayat (UIN, Kontributor), Dr. Sindung Cahyadi (Pusat Syudi
Pancasila UGM), Subejo, Ph.D (Fakultas Pertanian UGM, Kontributor) dengan
bertindak selaku moderator Drs. Suryo Baskoro, M.S.
Pengirim: Humas UGM Daftar berita lain
|